Kamis, 02 Februari 2012

asal mula badminton

Asal Usul Badminton

Asal Usul Badminton “Badminton di mana-mana, di kota dan di desa..”
Kutipan lirik lagu daerah asal tanah Sunda itu ada benarnya. Siapa tak kenal badminton? Dari anak kecil hingga kakek nenek pasti akrab dengan olahraga satu ini. Bulutangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang berlawanan. Mirip dengan tenis, bulutangkis dimainkan dengan pemain di satu sisi bertujuan memukul bola ("kok" atau "shuttlecock") melewati net agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan. Dia juga harus mencoba mencegah lawannya melakukan hal tersebut kepadanya.
Konon, olah raga yang dimainkan dengan kok dan raket ini berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu. Tetapi banyak juga yang menyebut India dan Tiongkok sebagai negeri asal olahraga ini. Nenek moyang terdininya diperkirakan ialah sebuah permainan Tionghoa, Jianzi yang melibatkan penggunaan kok tetapi tanpa raket. Cara bermainnya dengan menjaga kok agar tidak menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.
Awalnya, pada abad 19 para petugas Tentara Britania di Pune, India sering memainkan kok dan raket dengan jaring atau net dan memainkannya secara bersaingan. Para tentara membawa permainan itu kembali ke Inggris pada 1850-an. Penduduk Inggris membawa permainan ini ke Jepang, Republik Rakyat China, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengolonisasi Asia. Dari sinilah, badminton mulai menjadi permainan anak-anak di wilayah setempat mereka. Di Inggris sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu biasanya akan memakai dayung/tongkat (Battledores) dan bersiasat bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya dari menyentuh tanah. Permainan ini cukup populer dan sempat menjadi menjadi pemandangan sehari-hari di jalan-jalan London pada tahun 1854.
Nama badminton sendiri diambil dari sebuah pamflet oleh Isaac Spratt, seorang penyalur mainan Inggris, berjudul "Badminton Battledore - a new game" ("Battledore Bulutangkis - sebuah permainan baru"). Permainan tersebut dimainkan di Gedung Badminton (Badminton House), estat Duke of Beaufort's di Gloucestershire, Inggris, maka pada tahun 1860 nama badminton resmi digunakan sebagai nama olahraga kok raket tersebut. Peraturan pertama mengenai badminton pertama kali ditulis oleh Klub Badminton Bath pada 1877. Asosiasi Bulutangkis Inggris dibentuk pada 1893 dan kejuaraan internasional pertamanya berunjuk-gigi pertama kali pada 1899 dengan Kejuaraan All England.
Bulutangkis menjadi sebuah olah raga populer di dunia, terutama di wilayah Asia Timur dan Tenggara, yang saat ini mendominasi olah raga ini, dan di negara-negara Skandinavia.
International Badminton Federation (IBF) didirikan pada 1934. Tercatat beberapa negara seperti  Inggris, Irlandia, Skotlandia, Wales, Denmark, Belanda, Kanada, Selandia Baru, dan Prancis sebagai anggota-anggota pelopornya. India bergabung sebagai afiliat pada 1936. Pada IBF Extraordinary General Meeting di Madrid, Spanyol, September 2006, usulan untuk mengubah nama International Badminton Federation menjadi Badminton World Federation (BWF) diterima dengan suara bulat oleh seluruh 206 delegasi yang hadir.
Badminton pertama kali diikutsertakan dalam ajang olahraga internasional Olimpiade secara resmi yakni pada tahun 1992 di Barcelona. Indonesia berhasil meraih dua medali emas di nomor tunggal putri dan tunggal putra, dua medali perak di nomor tunggal putra dan ganda putra, serta satu perunggu di partai tunggal putra. Dari sanalah kemudian muncul nama pasangan emas Alan Budikusuma dan Susi Susanti yang telah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia olahraga khususnya badminton.
Sejak 1 Februari 2006, seluruh partai memakai sistem "pemenang dua dari tiga set" (best of three) yang masing-masing diraih dengan mencapai 21 poin secara rally point. Teman-teman sudah tahu belum cara bermainnya?
Tiap pemain atau pasangan mengambil posisi pada kedua sisi jaring di atas wilayah persegi panjang yang ditandai (lapangan). Tujuan permainan adalah untuk memukul sebuah kok menggunakan raket, melompati jaring ke wilayah di seputar batasan/aras tertanda sebelum pemain atau pasangan lawan bisa memukulnya balik. Untuk setiap kali ini berhasil dilakukan oleh regu yang menyervis, pemain atau pasangan penyervis mencetak skor satu poin. Setelah memenangi satu poin, pemain yang sama menyervis kembali, dan terus menyervis sepanjang mereka terus mencetak poin. Apabila regu yang tak menyervis memenangkan reli ini, tiada poin dicetak oleh mereka tetapi ada pergantian penyervis. Dalam permainan ganda, seorang peladen memulai permainan, dan setelah kalah sebuah reli, servis berpindah ke regu lawan. Dari waktu itu ke depannya, kedua pemain dalam satu tim bergantian menyervis sebelum servis kembali berpindah kepada lawan mereka. Pemain di sisi servis tangan kanan selalu memulai servis.
Tiap-tiap pemain menetapkan di antara dua wilayah servis. Ada wilayah servis untuk tunggal, yakni berlebar 5,18 meter dan panjangnya 13,40 meter. Areal servis untuk ganda berukuran 6,10 meter pada lebarnya dan 11,88 meter panjangnya. Wilayah servis dibagi dua belahan. Di tengah-tengah lapangan berdiri jaring/net, yakni 1,55 meter tingginya. Garis-garis servis pendek berentang 1,98 meter dari jaring. Kotak servis kiri dan kotak servis kanan dipisahkan oleh garis di tengahnya.
Kejuaraan atau turnamen bulutangkis kini semakin berkembang. Selain All England, turnamen bergensi lainnya antara lain piala Thomas dan Uber, serta turnamen-turnamen seperti Indonesia Open dan lain sebagainya. Sayangnya dalam kejuaraan Indonesia Open beberapa hari yang lalu, Indonesia gagal meraih juara. Atlet-atlet andalan negeri kita langkah kemenangannya terjegal oleh lawan yang sangat tangguh. Perwakilan Indonesia yang berhasil mencapai partai final hanya pasangan ganda putri Vita Marisa/Nadya dan Tantowi Ahmad/Lilyana Natsir, meskipun harus terima jadi pemenang kedua. (karina.th)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar